Jumat, 08 Desember 2017

Perbedaan antara Laporan Keuangan Koperasi dengan Laporan Keuangan Konvensional

A.  LAPORAN KEUANGAN KOPERASI

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. . Laporan keuangan dibuat atau diterbitkan oleh perusahaan dari hasil proses akuntansi agar bisa menginformasikan keuangan dengan pihak dalam maupun pihak luar yang terkait. 

Koperasi merupakan sebuah lembaga yang dibentuk dengan tujuan mensejahterakan anggotanya. Koperasi tidak sama dengan badan usaha walaupun ada juga koperasi yang bergerak dalam bidang usaha, hal ini tetap tidak bisa disamakan dengan badan usaha yang tujuan utamanya memperoleh keuntungan. Karena dari kedua lembaga tersebut ada perbedaannya maka dalam pelaporan keuangannya juga ada sedikit perbedaan. 

Dalam laporan keuangan badan usaha atau perusahaan menghasilkan 4 laporan keuangan yaitu laporan arus kas, laporan laba/rugi, laporan perubahan modal dan laporan neraca. Sedangkan pelaporan keuangan koperasi terdapat 5 laporan keuangan, antara lain :
1. Neraca
2. Perhitungan Hasil Usaha
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Promosi Ekonomi Anggota
5. Catatan atas Laporan Keuangan

1.     Neraca
Neraca dalam laporan keuangan koperasi tidak begitu jauh perbedaannya dengan laporan keuangan perusahaan, didalamnya juga terdapat aktiva, kewajiban, dan ekuitas dari koperasi tersebut. Namun dalam aktiva, kewajiban dan ekuitas koperasi berbeda dengan yang ada diperusahaan. Jika aktiva diperusahaan diakui milik perusahaan, dikoperasi aktiva tidak diakui milik koperasi, dan tidak dapat dijual untuk menutupi kerugian koperasi, tetapi seluruh kekayaan atau aktiva diakui sebagai kekayaan bersama para anggotanya. Kewajiban dikoperasi juga tidak berbentuk pinjaman atas kreditor, melainkan suatu simpanan dari anggota koperasi yang tidak berkarakteristik sebagai ekuitas, simpanan ini diakui sebagai kewajiban jangka pendek ataupun jangka panjang sesuai dengan tanggal jatuh temponya dan juga sesuai dengan nominalnya. Sedangkan ekuitas dalam koperasi merupakan simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lain dari anggota koperasi yang diakui sebagai ekuitas.

2.  Perhitungan Hasil Usaha
Perhitungan hasil usaha dalam koperasi sedikit ada kemiripan dangan Laporan Laba/Rugi dalam perusahaan, yaitu sama-sama menghitung hasil usaha berupa keuntungan atau kerugiannya. Dalam Perhitungan Hasil Usaha didalamnya terdapat pencatatan hasil usaha dengan anggota koperasi dan laba/rugi dengan non-anggota.

3.  Laporan Arus Kas                           
Laporan arus kas koperasi juga sama dengan laporan arus kas diperusahaan, didalamnya terdapat informasi mengenaiperubahan kas yang meliputi saldo awal, sumber penerimaan kas, pengeluaran kas, dan saldo akhir kas pada periode tertentu.

4.  Laporan Promosi Ekonomi Anggota
1). Manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa bersama.
2). Manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengolahan bersama.
3). Manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi.
4). Manfaat ekonomi dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha.

5.  Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan didalamnya terdapat :
Pengakuan pendapatan dan beban sehubungan dengan tansaksi koperasi dengan anggota dan non-anggota, kebijakan akuntansi tentang aktiva tetap, penilaian persediaan, piutang, dan lain-lain, dasar penetapan harga pelayanan kepada anggota dan non-anggota.

Pengungkapan informasi lain seperti kegiatan atau pelayanan utama koperasi kepada anggota baik yang tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga maupun dalam praktek, atau yang telah dicapai oleh koperasi, ikatan koperasi dalam pengembangan sumber daya dan mempromosikan usaha ekonomi anggota, pendidikan dan pelatihan perkoperasian dan sebagainya.

B.  LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN KONVENSIONAL

     Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :
1.    Laporan Arus Kas
2.    laporan Laba/Rugi
3.    laporan Perubahan Modal
4.    laporan Neraca

1.    Laporan Arus Kas
Arus kas adalah salah satu bagian dari laporan keuangan. Arus kas ini akan menggambarkan tentang penggunaan kas pada tiga bagian aktivitas dari sebuah perusahaan yang berhubungan dengan masalah kas.

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang sumbernya dari penggunaan kas. Dalam bentuk laporan arus kas terdiri atas 3 bagian yaitu :
1). Kas dari aktivitas operasi
2). Kas dari aktivitas Investasi
3). Kas dari Aktivitas Pendanaan

2.    Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi terutama menyajikan informasi kinerja. Informasi kinerja perusahaan diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa depan. Informasi kinerja bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada. Di samping itu, informasi tersebut juga berguna dalam perumusan pertimbangan tentang efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya.

Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (2004:1.14) dinyatakan bahwa laporan laba rugi yang lengkap minimal harus mencakup pos-pos sebagai berikut:
1). Pendapatan
2). Laba rugi usaha
3). Beban pinjaman
4). Bagian dari laba / rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas
5). Beban pajak
6). Laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan
7). Pos luar biasa

3.  Laporan Perubahan Modal
   Laporan perubahan modal dapat disusun setelah ada laporan laba/rugi.

Hal-hal yang menyebabkan perubahan modal:
1). Adanya setoran tambahan/investasi dari pemilik
2). Adanya laba usaha
3). Adanya kerugian
4). Pengambilan untuk keperluan pribadi (prive).

 Laporan perubahan modal berisi beberapa hal, yaitu:
1). Modal awal, yaitu modal pada awal tahun;
2). Tambahan investasi pemilik, yaitu setoran modal dari pemilik selama satu periode akuntansi;
3). Perolehan laba atau rugi, yaitu hasil bersih perusahaan selama satu periode akuntansi;
4). Pengambilan pribadi, yaitu pengambilan uang untuk keperluan pribadi pemilik perusahaan   selama satu periode akuntansi;
5). Modal akhir, yaitu modal yang terdapat pada akhir tahun.
Laba bersih yang terdapat pada laporan perubahan modal harus sama dengan laba bersih yang terdapat pada laporan laba/rugi.

4. Laporan Neraca
Bentuk laporan keuangan yang didalamnya menyajikan informasi keuangan sebuah perusahaan yang meliputi aktiva atau harta perusahaan, hutang perusahaaan dan modal serta ekuitas pada suatu periode akuntansi atau dengan kalimat lain neraca merupakan sebuah bentuk laporan keuangan yang menginformasikan seluruh kekayaan yang dimiliki suatu perusahaanseperti harta lancar perusahaan, harta tetap perusahaan maupun harta perusahaan lainnya.

Pembuatan neraca atau balance-sheet dilakukan setelah dua buah jenis laporan keuangan disusun, apa saja kedua jenis laporan tersebut? Kedua jenis laporan keuangan tersebut adalah laporan laba rugi dan laporan perubahan modal. Hal ini karena dalam neraca harus melaporkan modal akhir perusahaan, sementara itu modal akhir baru dapat diketahui dari laporan perubahan modal, sedangkan laporan perubahan modal dapat disusun setelah besarnya laba bersih diketahui yaitu dengan penyusunan laporan laba rugi.

Laporan Keuangan Koperasi
Laporan Keuangan Perusahaan
Neraca
Laporan Laba Rugi
Perhitungan Sisa Hasil Usaha
Laporan Perubahan Modal
Laporan Arus Kas
Neraca
Laporan Promosi Ekonomi Anggota
Laporan Arus Kas




Contoh Laporan Keuangan dari PT. CITRA LESTARI tahun 2009

A.  Latar Belakang
Pada tahun 2007 Koperasi Karyawan PT Citra Lestari telah berhasil menjadi Koperasi yang berbadan hukum serta telah melalui audit-audit dari suatu lembaga yang independen. Hingga akhir tahun 2009 Kopkar telah mengalami pertumbuhan rata-rata 9% per tahun, dari jumlah kekayaan 1.550.964.980 di tahun 2008 telah mencapai 1.756.294.433 pada akhir tahun 2009.

B.  Laporan Pengurus
1. Susunan Kepengurusan Koperasi Karyawan PT Citra Lestari  :
 Keputusan tertinggi ada pada Rapat Anggota Tahunan
a.       Penasehat                    : Wahid Hidayat
b.      Pengawas/Pemeriksa   : Andika Putra
c.       Ketua                          : Fausan Abidilah
d.      Sekretaris                    : Salsabila
e.       Bendahara                   : Aqila Abidah
f.       Pengelola Toko           : Puspita Ningrum
2. Keanggotaan
 Sampai dengan bulan Desember 2009 jumlah anggota Karyawan PT Citra Lestari sebanyak 283 orang. Dengan perincian sbb : Jumlah anggota bulan Januari 2009 ; 285 orang Jumlah angota baru yang masuk ; 3 orang Jumlah anggota keluar ; 5 orang.

3.  Bidang Usaha
Usaha Toko dan Supply ke Perusahaan
Omset penjualan dari usaha toko dan usaha suplai ke perusahaan selama periode tahun 2009 secara total mengalami kenaikan Rp. 10.466.500,- atau sebesar 16% dibandingkan dengan periode tahun 2008. Kenaikan yang signifikan terjadi pada usaha toko (penjualan barang sembako, elektronik dll). yang secara keseluruhan mengalami peningkatan omset sebesar 5.200.400,- atau naik 25%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kinerja Koperasi Karyawan mampu melayani dan memenuhi kebutuhan anggota yang pada dasarnya diharapkan oleh semua anggota. Sedangkan untuk kategori usaha pengadaan kebutuhan perusahaan secara total meningkat sebesar 50.554.000 atau 16%. Selain disebabkan oleh pengaruh kenaikan harga selama tahun 2009 antara 6-7%, kenaikan ini juga mengikuti kenaikan volume permintaan dari perusahaan.
Usaha Simpan Pinjam Jumlah pencairan pinjaman kepada anggota tahun 2009 meningkat sebesar Rp. 12.672.982,- atau 14% dibandingkan tahun 2008. Kondisi ini merupakan efek dari peningkatan jumlah simpanan anggota tahun 2008 yang meningkat sebesar 9.036.021,- atau 18%. Peningkatan jumlah simpanan ini memberikan kesempatan kepada anggota untuk memaksimalkan pinjaman sampai batasan kebijakan yang berlaku. Perbandingan dan peningkatan jumlah simpan pinjam anggota tahun 2009 dan 2008 terlihat sebagaimana tabel berikut ini :


No.
Keterangan
2009
2008
Naik/Turun
Rp.
%
1.
Pinjaman uang anggota
103.194.282
90.521.300
12.673.000
14
2.
Simpanan uang anggota
59.236.141
50.200.120
9.036.000
18

C. Laporan Neraca
Posisi Neraca pada tgl. 31 Desember 2009 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah harta pada 31 Desember 2009 dan 2008 adalah Rp.1.052.292.000,- dan Rp.991.466.602,- naik sebesar Rp.60.852.402 atau 6%. Kenaikan ini adalah indikasi bahwa sumber daya berupa modal dan pencadangan modal sampai dengan akhir 2008 telah dimanfaatkan secara maksimal.
Daftar Perbandingan Laporan Neraca Tahun 2009 dan 2008 : 

Keterangan
2009
2008
Naik/Turun
Rp.
%
HARTA
Kas
Piutang
Persediaan
Aktiva Tetap
Simpanan Pokok
393.267.114
431.421.275
116.376.706
109.126.905
   2.100.000
456.183.354
265.652.487
108.595.388
158.935.373
   2.100.000
 (62.916.240)
165.768.790
    7.781.318
 (49.808.466)
-
(13)
62
7
(31)
-
Jumlah Harta
1.052.292.000
991.466.602
60.825.402
6
KEWAJIBAN, MODAL DAN SHU
Hutang Usaha
Simpanan
Sumbangan
Cadangan Modal
SHU
126.132.012
325.441.050
   8.292.000
144.440.025
447.986.913
203.855.298
284.727.720
    8.292.000
105.456.900
389.134.684
(77.723.286)
40.713.332
-
38.983.127
58.852.229
(38)
14
-
36
15
Jumlah Kewajiban, modal dan SHU
1.052.292.000
991.466.602
60.825.402
6


D.  Laporan Rugi/Laba
Omset penjualan selama tahun buku 2009 dan 2008 adalah Rp. 619.270.318,- dan Rp. 524.805.355 atau naik 18%. Namun kenaikan tersebut tidak diikuti oleh kenaikan marjin laba penjualan yang turun 0.3%. Penurunan ini selain dipengaruhi oleh kenaikan harga pokok penjualan dalam kisaran 6% – 7%, kondisi ini juga disebabkan suatu kebijakan Koperasi Karyawan dimana kenaikan harga pokok tidak serta merta diikuti oleh kenaikan harga jual yang proporsional. Kebijakan ini bertujuan agar anggota tidak terbebani oleh harga beli yang mahal.

Daftar Perbandingan Laporan Rugi Laba Tahun 2009 dan 2008:

Keterangan
2009
2008
Naik/Turun
Rp.
%
Penjualan
HPP
Laba Penj.
Jasa Pinj Uang
Laba Usaha(ktr)
Biaya Usaha
Laba Usaha(Bersh)
Biaya lain2-bersih
SHU
619.270.318
286.435.682
332.834.636
187.875.850
520.710.486
  49.718.457
470.992.029
  56.051.399
527.043.428
524.805.355
238.696.402
286.108.953
183.302.268
469.411.221
  33.728.594
435.682.627
  22.122.884
457.805.511
95.464.970
47.739.280
47.725.690
  4.573.582
 52.299.275
 15.989.863
 36.309.412
 33.928.515
 70.237.927
18
20
16
2
11
44
8
153
15

E. Sisa Hasil Usaha (SHU)
 Sisa Hasil Usaha yang telah dicapai selama tahun 2009 sebesar Rp. 527.043.428,- telah dibukukan sesuai dengan alokasi masing-masing perkiraan yaitu : pencadangan modal 15% dan SHU anggota 85%. Perbandingan dan peningkatan pencapaian SHU tahun 2009  dengan tahun 2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

No.
Keterangan
SHU
THN 2009
SHU
THN 2008
Naik/Turun
Rp.
%
1.
Pendapatan bersih
527.043.428
457.805.511
69.237.917
15
2.
Alokasi cadangan modal 10%
52.704.342
45.780.551
6.923.791
15
3.
Alokasi SHU anggota 85%
447.986.913
389.134.684
58.852.229
15

Laporan Keuangan Koperasi Karyawan PT Citra Lestari telah dilakukan pemeriksaan/audit baik oleh Badan Pemeriksa internal maupun audit eksternal dari lembaga independen. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memberikan keyakinan apakah Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2009 telah disajikan secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang ditetapkan dalam peraturan yang berlaku. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan perngujian bukti-bukti yang mendukung angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan dengan pendekatan apakah ada ketidaksesuaian, kesalahan dan/atau penyimpangan atas laporan keuangan.

Contoh: Laporan Keuangan Perusahaan Konvensional pada PT. Prudential Life Assurance Periode Triwulan III 2016

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0gYF2AIQ8h3U8FgIc7SjrMA9qYLXeNfRYSOjuUzGl92CNEY3nqKSDj2HwEsxJgvysMojs6c0NZlrh382fqskwNVciCnmD4HMZDk7wVos5Grj-H4UwUV2nv9wf2gGF5gaKtK61ua6LeQg/s640/1.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_U41Up8QybTweCgQvIfWdeqzA-gN8dHr58bwZ-tyGVnEb83_-HvAnnfOFt9utSCg4Xi79BdZUopCp3j-UrtLAyBrHT_tbXcbO44B6f9Jygq-zOAJfRhY0mfBCONRIHIpn5YocSIjSHhY/s640/2.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinsxfkRxbZ3GszrbtvIiPEHTQeOPOsfzzvZd0pWsGFPWU8ODw7zCFGLwPCGl2fc5iBc5fk_neue-yb6ueU-xxk_d24qlEMJr6EBthiDZRK9g_lgv3qkGJ7Jr-Y55B66x7ixcOX7Yhu1RU/s640/3.png





 DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Perusahaan yang Melakukan Human Resource Planning

Perusahaan yang Melakukan Human Resource Planning yaitu pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Berikut rinciannya: PERENCANAAN SUMBE...